Posted by: nti3 on: 5 Mei 2009
Demokrat Tanggapi Pernyataan Kalla
05 May 2009 14:37:10
Jakarta, (tvOne)
Fraksi Partai Demokrat DPR menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, yang dinilai kurang pas. Yaitu ungkapan Kalla yang menyebut Partai Golkar selama ini kerap dijadikan penyelamat atau bumper atas kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, khususnya di parlemen.
Ada empat poin yang disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Sjarif Hassan, untuk meluruskan persoalan terkait dengan jalannya koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Golkar selama ini.
Pertama koalisi kedua partai di parlemen untuk mendukung pemerintah secara umum sudah sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing partai. Kendati dalam perjalannya, kata Sjarief, kadang muncul perbedaan kebijakan dalam mendukung keputusan pemerintah.
Misalnya, setiap ada hak angket maupun interpelasi di DPR, Fraksi Partai Demokrat secara total menolak hak anggota dewan itu. Sementara, di Fraksi Partai Golkar, ada beberapa anggotanya yang ikut menyetujui hak untuk mendukung angket atau interpelasi.
Selain itu, dalam pengambilan keputusan kepada rapat paripurna DPR, Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Golkar sering berbeda pendapat dalam mendukung kebijakan pemerintah. “Contohnya dalam pengambilan keputusan tentang UU pemilu dan UU Pilrpes,” kata Sjarief.
Kedua, menyangkut masalah koalisi partai. Sjarief mengatakan komunikasi yang dilakukan Tim 9 dari Partai Demokrat dengan Tim 3 dari Partai Golkar pada dasarnya adalah koalisi institusi, bukan koalisi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden dan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden.
Sehingga, kata Sjarief, ketika terdapat usulan dari Tim 3 dari Partai Golkar tentang koalisi Yudhoyono-Kalla, Tim 9 justru tidak mendapat tugas untuk membicarakannya. Karena itu, Tim 9 perlu waktu untuk menyampaikan usul Tim 3 itu kepada Yudhoyono.
Ketiga, setelah Kalla dinyatakan maju sebagai calon wakil presiden, maka Yudhoyono menyampaikan lima kriteria calon wakil presiden kepada publik yang akan mendampingi Yudhoyono. Penyampaian kriteria itu sekaligus untuk menampung aspirasi dari partai-partai lain yang juga berkeinginan mendampingi Yudhoyono.
Keempat, mengenai pernyataan Kalla tentang peresmian infrastruktur dan proyek-proyek lain yang dilakukan Kalla, kata Sjarief, sebenarnya hal itu adalah merupakan permintaan Kalla kepada Yudhoyono. Sehingga Yudhoyono setuju dan menugaskan Kalla untuk meresmikan infrasktukrur dan proyek itu. (vivanews.com).
masa pemerintahan sby-jk masih sampai oktober 2009.Jika melihat berita di atas sanggupkah pemerintah melanjutkan apa yang telah menjadi program dalam menjalankan pemerintahan.
1 | Dedhy Kasamuddin
5 Mei 2009 pada 3:13 PM
Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin