Coretanku …..

Belajar dari kasus Antasari

Posted by: nti3 on: 6 Mei 2009

antasari1 Minggu ini, berita keterlibatan ketua KPK non aktif Antasari Azar dalam kasus pembunuhan berencana bos PT. Putra Rajawali Persada Nasrudin Zulkarnain mampu merajai pemberitaan pers dalam negeri. Setelah kurang lebih 2 minggu media tiada hentinya membahas Pilpres, kecurangan DPT, Flu babi dan juga kisah cinta Manohara. Menarik untuk disimak dan seru untuk diikuti bagaimana ending dari kasus ini. Motif apa yang melatarbelakangi, benarkah murni masalah cinta segitiga? Bagaimana kinerja kepolisian dan kejaksaan? Di mana mereka menempatkan diri? Sudah proporsionalkah? Adakah interest pribadi? Bagaimana reaksi SBY-sang presiden?

Untuk membuktikan benar tidaknya Antasari terlibat apalagi statusnya kini tersangka, disebutkan sebagai dalang / otak dari rencana pembunuhan Nasrudin biarlah menjadi tugas kepolisian dan kejaksaan, para aparat hukum. Tapi setidaknya kita (kita? aku kalee ..) bisa mengambil pelajaran dari kasus ini seperti :

  •  Selalu hati-hatidalam bertindak, salah langkah kita bisa tersandung dan terlambat untuk menyadari
  • Percaya bahwa roda kehidupan berputar, yang lagi merasa di bawah siap-siap kita sedang menuju puncak, dan untuk yang sudah di atas, hati-hati jalan di depan menurun, siapkan didi untuk meluncur jangan sampai tergelincir
  • Jangan membuat ‘cela’ yang bisa dilewati orang orang untuk ‘menikung’ kita
  • Tiap orang sama di mata Tuhan, tidak ada satupun yang luput dari cobaannya. Untuk yang selalu bahagia dan baik-baik saja, syukuri gak perlu takabur.
  • Kita bisa saja ‘rusak’ secara pribadi, paling-paling hanya cemooh dan sindiran yang kita dapat, Tapi jika kita ‘rusak orang lain’, seluruh dunia menghakimi, habislah kita ………
  • Sikap antasari yang gentlemen, kooperatif dengan tim penyidik, tidak kebal hukum, patut menjadi teladan bagi kita untuk bersikap satria bukan pecundang
  • Konferensi pers antasari yang hanya menjawab rumor adalah prioritas dia menyelamatkan keutuhan keluarganya ketimbang menjelaskan inti permasalahan. Dan dengan alasan bijak tidak mau mengganggu proses penyidikan jika dia banyak bicara di media. 
  • Sikap terburu-buru Kejaksaan Agung (oknum?) mengumumkan status tersangka antasari yang bukan wewenangnya menimbulkan pemahaman begitulah manusia, seringkali lebih bisa tertawa melihat orang lain sedih dan tidak terima melihat orang lain bahagia.
  • Asas praduga tak bersalah, bahwa segala sesuatu mungkin saja bisa terjadi dan membalikkan segalanya, karenanya selama belum ada ketok palu pengadilan jangan terburu-buru mentasbihkan seseorang pasti bersalah.
  • Kepercayaan dan dukungan keluarga bener-bener sumber kekuatan Antasari, amunisi yang tak terbatas. Yah dalam berkeluarga, kejujuran, keterbukaan dan saling percaya itu yang utama.
  • Ketegaran istri Antasari mengingatkanku akan petuah “Istri adalah pakaian bagi suami”, performa istri, baik dalam bersikap maupun bertutur kata adalah cerminan seperti apa sosok sang suami.
  • Sosok Rani juliani, ada yang mengatakan bersedia dinikahi Nasrudin karena himpitan ekonomi. Bagaimana kalau mereka benar-benar jatuh cinta? Tulus saling mencintai dan berjodoh? Siapa yang bisa memastikannya? Bukankah jodoh di tangan Tuhan? dan ketulusan tidak bisa diukur dari apa yang terucap tidak pula dari sikap yang terlihat, karena ketulusan adanya di hati dan hanya orang itu sendiri dan Tuhan yang tau. Lalu?
  • Adalah wajar, melihat puluhan lawyer yang berdiri di belakang Antasari timbul satu pertanyaan ‘Tuluskah mereka membela antasari?” Adakah tawar menawar dagang diantara mereka? Win-win solution? Sekali lagi ketulusan adanya di hati, kita sikapi saja kasus ini secara wajar, kebenaran akan terungkap nanti.
  • Semua tahu, dunia ini luas terbentang dari kutub utara sampai kutub selatan, tapi mengapa begitu ‘sempit’ jika menyangkut hubungan manusianya? Tiba-tiba saja kita bisa bertemu dengan orang yang kita kenal di tempat yang nun jauh dari tanah kelahiran. Nggak nyangka kita yang bukan siapa-siapa tiba-tiba bisa in relationship dengan para babe?Superstar yang biasanya cuma bisa kita lihat di layar TV? Kisah Cinderella, jangan-jangan itu bukan cuma dongeng belaka …
  • Kita harus mengakui keberhasilan Antasari dalam memimpin KPK setidaknya sebelum kasus ini terungkap. Banyak kasus korupsi yang berhasil dibongkar, banyak uang negara yang berhasil diselamatkan. Dan seandainya nanti pengadilan membuktian dia memang bersalah dalam kasus pembunuhan berencana Nasrudin Zulkarnain dan motifnya memang murni cinta segitiga, janganlah pernah lupa dan menafikan jasanya itu.

Harapanku untuk pers Indonesia, semakin matang dalam penyajian, berani, proporsional, aktual tidak mengekor, tidak semata untuk profit, karena media ikut andil dalam membentuk opini umum yang berkembang di masyarakat. Karena informasi yang diterima terus menerus, memborbardir 24 jam dalam sehari-7 hari dalam seminggu bisa dianggap itulah kebenaran.

4 Tanggapan to "Belajar dari kasus Antasari"

Satu kalimat: penuh konspirasi ….

bisa jadi, who knows?
salam kenal, tks sudah berkunjung :)

Yaaaaaaaaa…. jika memang itu murni krn cinta segi tiga, kita jangan pernah lupa atas jasa dan segala kemampuannya yang tlh beliau berikan untuk kita . dan terutama untuk TANAH AIRKU INDONESIA.HE,HE,HE. “MERDEKA” !!!. karena sebelumya TIDAK ada yg berani dan mampu MENDOBRAK BENTENG SEYTON2 MR.KORUPSI…
TAPI KITA BERDOA SJ SEMOGA BELIAU Bpk.Antasari Azhar dilindungi oleh ALLAH SWT.dari segala KEBAIKAN & KEBURUKAN. AMIIEEEN ….

yup, saatnya nanti kebenaran yg akan bicara, dan moga kita tetep bisa ngambil pelajaran dari kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

santi’s twitter

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.