Coretanku …..

Menjadi orang tua cerdas, moderen dan demokrat

Posted by: nti3 on: 3 Juli 2009

Menjadi orang tua yang cerdas, moderen dan demokrat, itulah tekadku dalam mendidik, mengasuh dan membesarkan buah hatiku. Tidak selalu dipandang benar karena di lingkungan sekitar rumah banyak orang-orang tua dengan segala ‘kebiasaan leluhur’nya. Meski secara logika sudah tidak bisa diterapkan di era digital ini, tetap saja orang tua selalu benar. Kadang keadaan seperti ini membuat suasana jadi gak enak dan rawan konflik. Lebih amannya aku memilih diam dan senyum saja. Meski gak menafikan bahwa aku pasti akan diomongin di belakang nanti kalau aku sudah berlalu, hiks nasib … nasib … :(

Untuk kesehatan anak, aku tidak pernah coba-coba (ngiklan banget :) ), di luar itu masih bisa nego. Lha iya, kalau entar Bayu sakit emang mereka mau ikutan nanggung nebus resep Dokter? Atau nemenin begadang kalau dia rewel malam hari? atau … nggantiin hatiku yang terkoyak melihat anakku lemas gak berdaya? Gak banget, no way!!

Oke, coba aku list ya kontradiksi apa saja yang sering aku hadapi sehari-hari :

  • Koq belum diberi ma’em seh? Itu pertanyaan saat Bayu berusia 4 bulan. Berdasarkan literatur yang aku baca, hasil gogling internet, tanya2 pada ahlinya (Dokter Spe Anak), dan juga mengikuti anjuran pemerintah untuk memberikan ASI eksklusif sampai usia bayi 6 bulan, aku bertahan dengan tekadku untuk tidak memberi makan apapun (selain ASI/Sufor) sampai Bayu berusia 6 bulan. Banyak yang komentar mau ngasih makan anak koq pake jadwal ada lagi yang ngomong pantesan ae Bayu sengkleh (tidak dapat tegak-bhs. jawa) soale kurang makan. Duh gusti paringono kuat :(

baby0257

  • Bayu koq sering kaget, pasti waktu lahir dia gak digebrakin meja (???) Bayi baru lahir digebrakin meja? Kalau aku jadi bayi, masuk lagi ah ke perut bunda … aman :)

baby0026

  • Anak kecil panas itu biasa, artinya dia  makin pinter. Pantes aja banyak anak kecil yang ketahuan DB atau thypus setelah stadium lanjut, lha wong panas dianggap biasa?! :(

baby0086

  • Kalau magrib (pas adzan) harus masuk rumah, setelah itu (abis adzan) boleh, ntar kesambet. Apa bedanya wong selisih gak lebih 5 menit? Logika-ku, bukan magrib/adzan yang gak boleh tapi antara pukul 17.00 – 18.00 adalah pergantian waktu yang ekstrim dari siang (sore) ke malam, nah untuk anak-anak yang kondisi tubuhnya kurang fit dikhawatirkan akan sakit karena tidak bisa menerima pergantian cuaca ini, lebih baik memang agak malam sekalian. Jadi bukan karena menghindari adzan aja ya bu?

baby0308

  • Anak harus dipaksa makan, kalau gak asupan gizinya kurang. Bagiku, saat makan haruslah menjadi saat yang menyenangkan bukan suatu penderitaan. Meski secara fisik masih bayi, tapi mereka juga dibekali sang pencipta untuk mengukur kapasitas perutnya. Lihat gelagatnya, jika dia menolak terkesan malas bahkan sampai menutup mulutnya rapat2, artinya dia menolak makanan tersebut. Aku akan berhenti dan menggantinya dengan makanan yang lebih segar misal bubur buah atau jus. Kalau sesekali nolak, aku suapi pelan-pelan meski memakan waktu yang lama gak papa. Ingat untuk usia <1 th ASI/Sufor masih merupakan makanan utamanya.

baby0345

  • Kalau gak makan nasi ya gak kenyang. Sumber karbohidrat tidak hanya nasi. Bisa kentang, ubi, jagung, atau roti. Bahkan pisang juga bisa untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Toh yang dibutuhkan tubuh kita tidak hanya karbohidrat, tapi juga protein dan vitamin. Menu seimbang itu penting, tapi variasi pola makan juga penting. Selain menghindari resiko bosan, mengambil nutrisi dari berbagai macam makanan, juga mengajarkan bayi mengenali berbagai macam rasa.

baby0332

  • Coba kasih sedikit garam atau gula, pasti lebih lahap ma’emnya. Selain alasan kesehatan (kerja ginjal yang ngoyo), sepertinya bayi lebih menyukai rasa yang cenderung ke hambar, buktinya dia lebih milih ASI [yg tawar] ketimbang sufor.

April-09

  • Bayu koq kurus ya, pasti karena kurang minum sufornya. Patokanku adalah sehat dan geraknya lincah, bukan masalah gemuk atau kurus, apalagi jika aku harus stop ASI dan menggantinya dengan sufor, no deal! Pertambahan berat badan bayi usia 7 bulan keatas cenderung melambat karena selain aktivitasnya yang makin meningkat, juga pertumbuhannya yang meninggi tidak hanya melebar.

baby0412

  • Belum waktunya dia jalan. Mereka pikir aku yang maksain Bayu belajar jalan? Dalam kamusku gak ada kata paksaan, termasuk pola pengasuhanku ke Bayu. Sejak dini aku ajarkan demokratis, dan ‘minta jalan’ itu kemauan dia sendiri, meski resikonya harus nyeker (gak pake sepatu) karena susah melangkah kalo pake hehe :)

Juli-09

  • Bayu kalau main ke rumahku suka tolah toleh kayak orang bingung, artinya dia seneng karena jenuh suasana sekolah. Meski masih kecil, aku tau anakku sudah punya kehidupan sosial sendiri. Coba deh perhatikan kalau weekend, dia pasti minta keluar barang sebentar untuk main dengan teman seusianya. Meski cuman sekedar gulung2 di tanah atau rebutan koran buat disobek tapi terlihat jelas dia seneng, puas karena kehidupan sosial yang biasa dia jalani terpenuhi. Dan salah satu alasan aku titipin di TPA adalah untuk belajar sosialisasi, kebersamaan dan yang terpenting kemandirian.

baby0459

Uraian di atas adalah beberapa contoh kontradiksi yang aku temui sehari-hari, satu hal yang mereka lupa, tiap anak terlahir dengan keunikan dan keistimewaannya masing-masing. Dan itu berbanding lurus dengan pola pengasuhannya, setiap orang tua harus cerdas, tanggap dan mengerti betul keunikan buah hatinya sehingga pertumbuhannya bisa maksimal. Dan di jaman keterbukaan dan modern ini, kita sebagai orang tua tidak hanya memperhatikan pertumbuhannya secara fisik tapi juga mental. Karena apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai nanti. Mendidik anak untuk mandiri, membiasakan ‘beda’ agar kelak dia tidak alergi dengan kehidupan berdemokrasi, berani tampil apa adanya dan menyadari setiap orang punya arti.

Gak apalah untuk saat ini aku menuai banyak cemooh atau jadi bahan gunjingan, kalau taruhannya adalah melihat Bayu di masa depan sebagai pribadi yang mandiri, berani, demokrat, modern, jujur dan menghargai ‘ada’ orang lain selain dirinya … semua ini tidaklah berarti :)

Ok nak, melesatlah layaknya anak panah, dan ibu-bapak akan berusaha menjadi busur yang baik dan kokoh buatmu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

santi’s twitter

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.