Posted by: nti3 on: 22 Februari 2008
Selalu gak enak kalo nyebut kata ini, diskriminasi … huhgh !!! (-) Aku emang terlahir dari keluarga yang biasa saja, dalam arti secara financial, dan juga kedudukan di masyarakat. Paras dan prilaku pun biasa. Satu yang aku catat, iklim bermasyarakat di indonesia biasa memperlakukan orang berdasarkan ‘yang terlihat’. Bisa dibilang waktu kecil hingga remaja aku gak banyak punya [...]
Posted by: nti3 on: 22 Februari 2008
Dari dulu aku sudah nyadar bahwa posisiku serba gak enak. Aku sama dengan mereka, status, level. Tapi untuk urusan pekerjaan aku ‘seolah-olah’ sebagai owner mereka dan harus tegas kalo emang nggak ya … nggak. Akupun tau nggak semua cukup cerdas untuk mengerti ini, tapi yang minoritas cerdaspun juga gak akan pernah mengakui klo mereka mengerti. Yah, pokok’e [...]
Posted by: nti3 on: 20 Februari 2008
Nggak cuman aku yg berdiri di sini, ada kamu, dia … dan mereka tapi kenapa hanya namaku yg slalu muncul? Ketika dia bicara, aku yang kau kira ketika mereka pergi, aku yang kau marahi ketika mereka bertanya, kau ajari aku panjang lebar luas dan tinggi Heeiyyy …, stupid man !!!
Posted by: nti3 on: 13 Februari 2008
Kalian yang terserak …, dari dulu hingga kini tercecer, gak beraturan, gak ada rupa tapi herannya kenapa terlihat nyaman dan tenang? Lalu, ketika tangan ini menata, menyusunnya hingga tampak ‘berwajah, kenapa terlihat jadi suram dan menakutkan? Pertanyaannya : “… lalu untuk apa aku menata?” klo dengan terserakpun terlihat nyaman? uugghh …! cape’ dech,